Subhanallah, BMKG kabarkan penampakan hilal di tengah wabah corona

Di tengah wabah corona, Badan Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG kabarkan penampakan hilal di Ternate. Tak hanya itu, stasiun Geofisika Ambon bahkan berhasil mengabadikan kemunculan hilal yang menandai datangnya bulan syaban.
BMKG kabarkan penampakan hilal lewat akun twitternya @infobmkg dengan menyertakan foto penampakan hilal yang terlihat hanya seperti guratan garis.
“Hilal berhasil terlihat dari Ternate oleh tim Geofisika Ternate. Marhaban ya Sya’ban,” tulis BMKG melalui akun Twitternya @infobmkg pada Rabu sore 25 Maret 2020.
Selain mengumumkan penampakan hilal, BMKG juga menyebut hal itu menandai datangnya awal bulan Sya’ban. Menurut kalender 1441 Hijriyah, bulan Sya’ban dimulai dari tanggal 26 Maret 2020.
Bulan Sya’ban merupakan bulan ke delapan penanggalan hijriah sesudah bulan Rajab, yang juga menandai datangnya bulan ramadan.
“Selamat datang bulan Sya’ban. Di tengah cuaca yang mendukung serta kondisi yang penuh kewaspadaan karena wabah COVID-19 tim pengamat hilal BMKG yang berada di Ambon dan Ternate tetap melaksanakan tugas dengan penuh kehati-hatian telah berhasil melihat hilal awal bulan Sya’ban,” tulis BMKG.
Menandai bulan sya’ban Stasiun Geofisika Ambon juga mengabadikan hal serupa.
“Stasiun Geofisika Ambon juga berhasil mengabadikan penampakan hilal awal bulan Sya’ban. Semoga kita diberi kesehatan dan dibebaskan dari covid-19 sehingga 30 hari lagi kita kan menyaksikan iklan sirup menguasai televisi Indonesia,” tulis BMKG.
Salah satu masjid di Kuwait
Salah satu masjid di Kuwait. Foto Instagram @renjishs
Setiap tahun BMKG melaporkan data tanda waktu dalam penentuan awal bulan Hijriah. Salah satu penentuan waktu adalah penentuan awal bulan Hijriah yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi.
Penentuan awal bulan Hijriah ini sangat penting bagi umat Islam dalam penentuan awal tahun baru Hijriah, awal bulan Ramadlan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.