Saudariku, Pakailah Jilbab Karena Ibadah, Bukan untuk Pamer Kecantikan

Masalah memakai jilbab, banyak hanya karena ingin pamer kecantikan. Pakaian muslimah yang menutupi kepala tapi memperlihatkan apa yang tidak bisa diperlihatkan. Memperlihatkan tonjolan di bagian tubuh yang justru mengingkari tujuan dari busana muslimah itu sendiri.

Pribadi jujur sangat riskan menampilkan foto seperti ini, walaupun jujur juga saya pernah berpenampilan seperti ini, itulah bagian dari proses. Jebakan fashion dan trend mode memang susah dikenalikan karena didukung para selebritis dan orang besar plus sokongan media

Melihat pakaian dari sisi wajar, sebenarnya sangat mudah, asalkan ingin menyisakan sedikit waktu untuk itu. Jika anda tidak mampu berpakaian yang sewajarnya, bukan harus tertutup seluruhnya, meskipun itu sebuah kewajiban, maka tutuplah minimal tidak menunjukkan lekuk tubuh yang tak ada rongga antara kulit dan kain.

Islam mengajarkan tuntunan hidup secara menyeluruh. Jangankan soal pakaian, dan cara wanita berhias, masalah masuk kamar mandi saja diatur sedemikian rupa, itulah Islam.  Lalu jika Islam memiliki aturan berbusana dan anda berpakaian, maka sudah sepantasnya yang mengaku Islam mengikutinya. Apa gunanya cantik, tapi pakaian menghancurkan kecantikan.  Tiada guna cantik, tapi busana membuat tak menarik.

Kenapa pula berpakaian, tapi sesungguhnya itu ibarat tanpa busana. Lihatlah gelar shalehah, tapi balutan jilbab bukan karena ibadah, akan menghancurkan agama sendiri!  O ya, seburuk apapun laki laki, tidak akan memilih perempuan yang tak menjaga dirinya untuk hidupnya kelak dan ibu dari anak anaknya. 

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karana itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (al-Ahzab (59)