Salut, Empat Nenek di Tanah Datar ini Berhasil Hafal Alquran

Ada yang bilang belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah besar bagai mengukir di atas air. Menghafal di waktu kecil bagai pedang baru yang diasah, akan mudah untuk tajamnya. Sedangkan menghafal di waktu sudah besar apalagi di usia senja, bagai mengasah pedang yang berkarat. Namun, sungguh salut kepada empat nenek di Tanah Datar ini, mereka bisa hafal Alquran di usia senja.

Memang, menuntut ilmu tiada batasnya. Hanya saja, manusia yang suka membatasi. Menganggap pendidikan adalah untuk mereka yang masih usia sekolah. Sementara mereka yang usia senja, akan dipandang lain bahkan aneh bila ikut menuntut ilmu.

Sehingga, orang yang usia dewasa cenderung malu menuntut ilmu bersama orang-orang yang usianya jauh di bawahnya.

Apalagi, teman sekelas seusia cucu. Namun, empat nenek di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat ini tidak peduli.

Sungguh salut kepada empat nenek di Tanah Datar ini, mereka hafal Alquran. Mereka ikut sekolah Tahfiz bersama anak-anak yang seusia cucunya.

Dilansir dari Dream, Empat nenek tersebut ialah Madinah 76 tahun, Jusma 73 tahun, Armahinti 50 tahun, dan Asdawis 52 tahun.

Mereka tercatat sebagai santri peserta Wisuda Tahfiz Al-Qur’an yang digelar Rumah Tahfiz Al Wustho di Kabupaten Tanah Datar pada akhir tahun 2019 lalu.

Mereka mau menghafal karena memiliki motivasi sendiri. Seperti Madinah, menghafal Al-Qur’an agar wafat dalam keadaan khusnul khatimah.

“Menghafal supaya nanti waktu nenek meninggal bisalah khusnul khatimah, bisa nenek moco (membaca) Qur’an, insyaallah,” ujar Madinah menyampaikan motivasinya dalam menghafal seperti dikutip dari Dream.

Dengan demikian, para nenek ini membuktikan bahwa motivasi dari dalam diri lebih berarti karena akan memberikan semangat yang luar biasa.

Selain itu, nenek-nenek ini juga membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk belajar, termasuk menghafal Al-Qur’an. Hm, jadi malu pada diri sendiri yang hanya hafal beberapa surat-surat pendek.