Aparat China Disibukan Virus Corona, Muslim Uyghur Lebih Tenang Membaca Al-Quran

Pemerintah Komunis China saat ini tengah disibukkan dengan wabah virus mematikan Corona yang hingga kemarin telah merenggut nyawa 56 orang dari total 1.975 kasus yang dilaporkan, sebagaimana dikutip dari AP News. Presiden Xi Jinping menyebut penyebaran virus ini menjadi situasi yang sulit.

Pemerintah China memutuskan untuk menutup akses (isolasi) 18 kota yang dihuni sekitar 56 juta penduduk. Bahkan dikabarkan ke depannya kebijakan isolasi akan dilakukan di ibu kota Beijing.

Kesibukan aparat China menangani virus Corona ini ada hikmah dibaliknya.

Menurut aktivis kemanusiaan yang konseren dengan muslim Uyghur, Azzam Mujahid Izzulhaq, diantara hikmahnya muslim Uyghur bisa lebih tenang dalam menjalankan agamanya, karena para aparat China disibukan dengan corona.

"Terkabar dari salah seorang penerima Mushaf Al Quran dengan terjemah bahasa Uyghur bahwa ditengah 'ketegangan' virus ini, ia dan keluarganya malah punya 'ketenangan' untuk membaca Al Quran lagi. Karena 'sang pengawas' sedang terfokus mengawasi virus. Inna ma'al 'usri yusran," ujar Azzam Izzulhaq di akun twitternya (25/1/2020).

Azzam Izzulhaq sudah beberapa kali ke China, khususnya Xinjiang, dan diantaranya menyampaikan bantuan mushaf Al-Quran terjemahan bahasa Uyghur.