Anies Resmikan Renovasi Masjid Cut Nyak Dien: Air Wudhu Harus Kembali ke Tanah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Tablig Akbar dalam rangka peresmian Masjid Cut Nyak Dien, Jakarta Pusat usai direnovasi. Dalam sambutannya, Anies meminta agar masjid tersebut menjadi masjid yang ramah lingkungan.

Ia mencontohkan soal bagaimana penggunaan air wudhu dapat menjadi upaya untuk menjaga lingkungan.
"Masjid adalah salah satu tempat yang paling banyak menggunakan air. Karena itu saya berharap masjid di Jakarta menjadi masjid ramah lingkungan. Artinya apa? Mengambil dan mengembalikan air. Airnya diambil dari tanah, karena itu selesai wudhu airnya kembalikan ke tanah," kata Anies di Masjid Cut Nyak Dien, Jakarta Pusat, Minggu (1/3).

Anies menjelaskan itu setelah menyinggung musim hujan yang tengah dihadapi oleh Jakarta. Menurut dia, saat ini intensitas hujan sedang tinggi sehingga air berlimpah.
"Kita di Jakarta kebetulan sedang musim hujan, kalau musim hujan itu artinya curah hujan intensif, kalau kemarau tidak," kata Anies.
Anies Baswedan tablig akbar

Anies mengaku sering melaksanakan salat Jumat di Masjid Cut Nyak Dien. Ia mengatakan, renovasi yang dilaksanakan akan membuat kapasitas masjid bertambah.


"Kendala masjid di tempat bersejarah dan lama seperti ini adalah kendala ruang. Masjid ini, kanan kiri, depan belakang itu penuh dengan jalan, enggak mungkin bisa dilebarkan. Karena itu renovasi penuh dengan batasan dan Alhamdulillah bisa dituntaskan," kata Anies.
"Saya atas nama Pemprov ingin mengucapkan terima kasih," tambahnya.
Acara peresmian itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia Syafruddin dan Ustaz Abdul Somad (UAS). Acara diisi dengan salat Magrib berjamaah.