Suap KPU, Jiwasraya dan Asabri Dikaitkan Pilpres 2019, Abu Janda: Move On Bro


Tiga kasus besar yang ditangani aparat penegak hukum saat ini menjadi sorotan publik.

Pertama, kasus suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang menyeret politikus PDIP. Kedua, skandal PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan negara Rp13 triliun. Ketiga, kasus dugaan korupsi Yayasan Asuransi ABRI (Asabri) Rp10 triliun.


“Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya. Di atas Rp 10 triliun itu,” kata Mahfud MD di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

“Asabri itu punya orang kecil. Itu punya prajurit. Polisi, tentara yang pensiun-pensiun yang pangkatnya kecil. Itu kan banyak yang nggak punya rumah, nggak bisa keluar,” sambung Mahfud.

Kasus suap KPU, skandal Jiwasraya dan Asabri pun dikaitkan dengan Pilpres 2019.

Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain turut mengomentari ketiga kasus tersebut.
Scrol untuk lanjutkan membaca
“Kasus Jiwasraya menurut Jaksa Agung 31 Trilyun. Kasus ASABRI menurut Menko 10 Trilyun. Kasus suap Komisioner KPU, utk satu kepala PAW saja 900 Juta. Belum lagi jika terbongkar Kasus Bumiputera, dan BUMN lainnya. Oh Tuhan, mereka itu percaya Engkau atau tidak, ya? Atheiskah?,” kata Tengku Zulkarnain di akun Twitternya, Sabtu (11/1/2020).

Permadi Arya alias Abu Janda heran dengan tudingan banyak pihak yang mengaitkan suap KPU dan skandal Jiwasraya dengan Pilpres 2019.

“Jiwasraya dikait2kan sama pilpres. Korupsi komisioner KPU dikait2kan sama pilpres,” kata Abu Janda di akun Twitternya.

Ia meminta siapa pun yang tidak suka dengan Jokowi untuk segera move on. Sebab, Jokowi telah ditakdirkan menjadi presiden.

“Mau gantung diri 3x, mati idup lagi, gantung diri lagi, mati idup lagi, gantung diri lagi. Tidak akan merubah takdir pak @jokowi Presiden sah RI secara konstitusional. Ya Allah move on brooooo,” tandasnya. (one/pojoksatu.id)