Petisi Copot Anies Baswedan Sudah Diteken 215 Ribu Orang, Siapa Saja Di Balik Petisi Ini?

Petisi Copot Anies Baswedan Sudah Diteken 215 Ribu Orang, Siapa Saja Di Balik Petisi Ini?

Beritaislam - Banjir yang melanda Ibu Kota pada awal tahun ini membuat kesal warga DKI Jakarta. Hal tersebut membuat petisi online untuk mencopot Anies Baswedan dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta kembali viral beberapa hari lalu.

Petisi yang dibuat oleh akun bernama Opini Kamu di situs change.org berisi tuntutan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian supaya mencopot Anies Baswedan dari jabatannya. Itu dilakukan lantaran Anies dinilai gagal selama memimpin Ibu Kota Negara.

"Kegagalan demi kegagalan disertai kejanggalan telah membuat DKI Jakarta sebagai ibukota negara Republik Indonesia semakin terpuruk di bawah kepemimpinan Saudara Anies Baswedan," bunyi petisi tersebut.

Kegagalan yang dimaksud dijelaskan, mulai membengkaknya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2018, gaji Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta yang tembus 70-an orang dengan biaya gaji puluhan juta rupiah per orang, banjir muncul kembali, diskotik yang ditutup buka kembali, sampah menumpuk di mana-mana. Selain itu, pohon plastik, pedagang kaki lima (PKL) yang merajalela mengambil badan trotoar, naiknya Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), susahnya mendapat layanan publik dan kesehatan, rumah susun sewa (rusunawa) yang tidak terurus, dan trotoar Senayan yang tidak kunjung selesai.

"Tiang bendera peserta ASIAN GAMES 2018 yang hanya ditopang bambu kecil yang dibelah, bongkar pasang jalur sepeda dan trotoar, pencantuman anggaran aneh bernilai miliaran di APBD 2020 dan terakhir karena ketidakbecusannya, banjir besar akhirnya melanda di hampir seluruh wilayah DKI Jakarta pada 1 Januari 2020 yang menyebabkan kerugian material dan korban meninggal," lanjut bunyi petisi tersebut.

Hingga Minggu, 5 Januari 2020, pukul 09.00 WIB, petisi tersebut sudah ditandatangani oleh 215.600 orang. Dalam kolom komentar, sejumlah warganet pun mengungkapkan kekecewaannya terhadap mantan menteri pendidikan dan kebudayaan tersebut.

"Penanganan banjir kali ini adalah yang ter-update menunjukkan ketidakcakapan seorang gubernur dalam mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi," tulis salah satu warganet. Dilansir dari viva