Umar bin Abdul 'Aziz Menghentikan Cari Maki Terhadap Ali bin Abi Thalib Didalam Khutbah

Muslimedianews.com ~ Sejatinya khutbah Jum'at berisi pesan-pesan yang menambah ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT, bukan berisi hal-hal yang buruk, seperti mencaci-maki, menghina dan memfitnah pihak-pihak tertentu. 

Dalam sejarah Islam, caci maki didalam khutbah pernah terjadi yang dilakukan oleh Bani Umayyah. Caci maki diarahkan kepada Ali bin Abi Thalib yang dahulunya pernah berseteru dengan Mu'awiyah bin Abi Sufyan, pemimpin pertama Dinasti Umayyah. 

Caci maki itu baru berhenti dimasa Khalifah Umar bin Abdul 'Aziz, sebagaimana keterangan Imam As-Suyuthi berikut ini :

ﻛﺎﻥ ﺑﻨﻮ ﺃﻣﻴﺔ ﻳﺴﺒﻮﻥ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻃﺎﻟﺐ ﻓﻲ اﻟﺨﻄﺒﺔ ﻓﻠﻤﺎ ﻭﻟﻲ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻌﺰﻳﺰ ﺃﺑﻄﻠﻪ، ﻭﻛﺘﺐ ﺇﻟﻰ ﻧﻮاﺑﻪ ﺑﺈﺑﻄﺎﻟﻪ، ﻭﻗﺮﺃ ﻣﻜﺎﻧﻪ: {ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﻳﺄﻣﺮ ﺑﺎﻟﻌﺪﻝ ﻭاﻹﺣﺴﺎﻥ} اﻵﻳﺔ، [ اﻟﻨﺤﻞ: 90]
Bani Umayyah mencaci maki (Sayidina) Ali bin Abi Thalib saat khutbah. Ketika Umar bin Abdul Aziz memimpin menghapus hal itu dan mengirim surat kepada semua pejabat agar menghapusnya dan mengganti dengan membaca ayat yang artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (An-Naĥl: 90)

ﻓﺎﺳﺘﻤﺮﺕ ﻗﺮاءﺗﻬﺎ ﻓﻲ اﻟﺨﻄﺒﺔ ﺇﻟﻰ اﻵﻥ.
Membaca ayat ini tetap berlangsung hingga saat ini. (Al-Hafidz As-Suyuthi, Tarikh Al-Khulafa' 1/182)

Ust. Ma'ruf Khazin