Kisah Wali Allah yang Tidak Fasih Membaca Surah Al-Fatihah

Muslimedianews.com ~ Didalam kitab Bustanul 'Arifin terdapat suatu kisah tentang seorang Waliyullah yang tidak fasih bacaan al-Qur'annya.
ﺑﺴﺘﺎﻥ ﺍﻟﻌﺎﺭﻓﻴﻦ ﺹ ٧٢ / ٧٣
ﺣﻜﻲ ﻋﻦ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺍﻟﺮﻗﻲ ﻗﺎﻝ : ﻗﺼﺪﺗُﻪ ﻣﺴﻠِّﻤﺎ ﻋﻠﻴﻪ، ﻓﺼﻠﻰ ﺍﻟﻤﻐﺮﺏ، ﻓﻠﻢ ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻣﺴﺘﻮﻳﺎ، ﻓﻘﻠﺖُ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻲ " ﺿﺎﻋﺖ ﺳﻔﺮﺗﻲ ".
Diceritakan dari Ibrahim Ar Roqqi, dia berkata: Saya bertujuan untuk belajar kepada Syaikh Abul Khoir dan mengucapkan salam kepada nya, maka tibalah saat Sholat Maghrib dan beliau bertindak sebagai imam shalat, namun sayangnya bacaan Fatihah nya tidak lurus, maka dalam hati saya berucap "Perjalanan yang tersia-siakan".

ﻓﻠﻤﺎ ﺳﻠﻤﺖُ ﺧﺮﺟﺖ ﻟﻠﻄﻬﺎﺭﺓ، ﻓﻘﺼﺪﻧﻲ ﺍﻟﺴﺒﻊ، ﻓﻌُﺪﺕُ ﺇﻟﻴﻪ، ﻭﻗﻠﺖ : ﺃﻥ ﺍﻷﺳﺪ ﻗﺼﺪﻧﻲ، ﻓﺨﺮﺝ ﻭﺻﺎﺡ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺳﺪ ﻭﻗﺎﻝ " : ﺍﻟﻢ ﺃﻗﻞ ﻟﻚ ﻻ ﺗﺘﻌﺮﺽ ﻟﻀﻴﻔﺎﻧﻲ .." ﻓﺘﻨﺤﻰ ﻭﺗﻄﻬﺮﺕُ .
Setelah selesai shalat kemudian saya keluar dari musholla untuk bersuci, dan tiba-tiba ada hewan buas yang menghampiri ku, sontak saja saya kembali ke Musholla tempat Syaikh Abul Khoir, saya matur pada Beliau bahwa ada macan yang menghampiri ku, lalu Syaikh itu keluar dan meneriaki si Macan : "Bukannya aku telah berkata padamu, jangan coba-coba mengganggu tamu-tamu ku...!! ". Seketika macan itu langsung menyingkir menjauh, dan akupun bisa bersuci dengan tenang.

ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺟﻌﺖُ ﻗﺎﻝ " : ﺍﺷﺘﻐﻠﺘﻢ ﺑﺘﻘﻮﻳﻢ ﺍﻟﻈﻮﺍﻫﺮ ﻓﺨﻔﺘﻢ ﺍﻷﺳﺪ، ﻭﺍﺷﺘﻐﻠﻨﺎ ﺑﺘﻘﻮﻳﻢ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻓﺨﺎﻓﻨﺎ ﺍﻷﺳﺪ ".
Dan manakala saya kembali, Beliau Syaikh Abul Khoir berkata: "Yang kalian lakukan cuma meluruskan dzohir-dzohir saja, karna itu kalian takut macan; sedangkan perhatian kami adalah meluruskan hati, maka dari itu macan pun takut kepada kami". (Kemudian Imam Nawawi menjelaskan hal-hal yang dikhawatirkan difahami dengan gagal)

ﻗﻠﺖ : ﻗﺪ ﻳﺘﻮﻫﻢ ﻣﻦ ﻳﺘﺸﺒﻪ ﺑﺎﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻭﻻ ﻓﻘﻪ ﻋﻨﺪﻩ ﺍﻥ ﺻﻼﺓ ﺃﺑﻲ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻫﺬﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﻓﺎﺳﺪﺓ ﻟﻘﻮﻟﻪ " ﻟﻢ ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻣﺴﺘﻮﻳﺎ " ﻭﻫﺬﻩ ﺟﻬﺎﻟﺔ ﻭﻏﺒﺎﻭﺓ ﻣﻤﻦ ﻳﺘﻮﻫﻢ ﺫﻟﻚ ﻭﺟﺴﺎﺭﺓ ﻣﻨﻪ ﻋﻠﻰ ﺇﺭﺳﺎﻝ ﺍﻟﻈﻨﻮﻥ ﻓﻲ ﺃﻭﻟﻴﺎﺀ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﻓﻠﻴﺤﺬﺭ ﺍﻟﻌﺎﻗﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻌﺮﺽ ﻟﺸﻲﺀ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ .
Saya (Imam Nawawi) berkata: Terkadang seorang yang pura-pura alim fiqh padahal dia sama sekali bukan ahlinya beranggapan bahwa Sholat-nya Syaikh Abul Khoir ini rusak karna gagal paham dengan Dawuhnya Syaikh Ar Roqqi "Sayangnya bacaan Fatihah nya tidak lurus", pemahaman semacam ini jelas timbul dari kebodohan dan kedunguannya karna dia telah mengumbar (tidak mengontrol) persangkaan buruknya dalam menyikapi Amaliyah para Waliyullah, maka seorang yang berakal hendaknya berhati-hati bila membahas hal semacam ini.

ﺑﻞ ﺣﻘﻪ ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻔﻬﻢ ﺣﻜﻤﻬﻢ ﺍﻟﻤﺴﺘﻔﺎﺩﺓ ﻭﻟﻄﺎﺋﻔﻬﻢ ﺍﻟﻤﺴﺘﺠﺎﺩﺓ ﺃﻥ ﻳﺘﻔﻬﻤﻬﺎ ﻣﻤﻦ ﻳﻌﺮﻓﻬﺎ، ﻭﻛﻞ ﺷﻲﺀ ﺭﺃﻳﺘﻪ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻨﻮﻉ ﻣﻤﺎ ﻳﺘﻮﻫﻢ ﻣﻦ ﻻ ﺗﺤﻘﻴﻖ ﻋﻨﺪ ﺃﻧﻪ ﻣﺨﺎﻟﻒ ﻟﻴﺲ ﺑﻤﺨﺎﻟﻒ ﻣﺨﺎﻟﻔﺎ، ﺑﻞ ﻳﺠﺐ ﺗﺄﻭﻳﻞ ﺃﻓﻌﺎﻝ ﺃﻭﻟﻴﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .
Bahkan kewajiban nya bila belum paham hukumnya adalah hendak meminta petunjuk dari seorang yang mengerti hukumnya, dan (yang penting lagi) bila suatu saat kamu menjumpai hal-hal seperti ini -yakni perkara yang kelihatannya menyalahi aturan agama namun sebenarnya tidak menyalahi- kamu harus mentakwil perbuatan para Waliyullah itu.

ﻭﺟﻮﺍﺏ ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻭﺟﻪ :
Khusus dalam kasus ini (Sholat nya Syaikh Abul Khoir yang bacaan Fatihah nya tidak lurus), jawabannya memiliki tiga sudut pandang (yang membenarkan):

ﺃﺣﺪﻫﺎ : ﺃﻧﻪ ﺟﺮﻯ ﻣﻨﻪ ﻟﺤﻦ ﻻ ﻳﺨﻞ ﺑﺎﻟﻤﻌﻨﻰ ﻭﻣﺜﻞ ﻫﺬﺍ ﻻ ﻳﻔﺴﺪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺑﺎﻻﺗﻔﺎﻕ .
Pertama: Beliau membaca Surat itu dengan Lahn yang tidak merusak makna, dan yang seperti ini jelas tidak merusak Sholat dengan mufakat Ulama.

ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ : ﺃﻧﻪ ﻣﻐﻠﻮﺏ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﺑﺨﻠﻞ ﻓﻲ ﻟﺴﺎﻧﻪ ﻓﺘﺼﺢ ﺻﻼﺗﻪ ﺑﺎﻻﺗﻔﺎﻕ .
Kedua: Beliau memang terkalahkan dengan Lahn itu yang disebabkan oleh kecacatan pada Lidahnya, maka Sholat nya juga dihukumi Sah dengan Mufakat Ulama.

ﺍﻟﺜﺎﻟﺚ : ﺃﻧﻪ ﻟﻮ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ﻋﺬﺭ ﻓﻘﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻟﻴﺴﺖ ﺑﻤﺘﻌﻴﻨﺔ ﻋﻨﺪ ﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﻃﺎﺋﻔﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ، ﻭﻻ ﻳﻠﺰﻡ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻮﻟﻲ ﺃﻥ ﻳﺘﻘﻴﺪ ﺑﻤﺬﻫﺐ ﻣﻦ ﺃﻭﺟﺒﻬﺎ .
Ketiga: Andaipun tidak ada udzur bagi Beliau, maka membaca Surat Al-fatihah bukanlah merupakan keharusan menurut Imam Abu Hanifah dan sekolompok Ulama lainnya, dan tentu saja Syaikh Abul Khoir ini tidak harus terikat dengan Madzhab Ulama yang mewajibkan membaca alfatihah.

ﻭﺭﺃﻳﺘﻪ ﺑﺨﻂ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻨﻪ.


Oleh : Rijalul Wathon Al-Madury